Hadirkan Kembali Pengetahuan Mengenai Pangan & Bencana, Komunitas Toetoer & Pemuda Raekore Gelar Pameran Arsip “Mengingat Sabu” Yang Kedua

SABU RAIJUA — Setelah tahun lalu sukses melaksanakan Pameran Arsip “Mengingat Sabu” yang pertama, pada tahun ini Komunitas Toetoer, bekerja sama dengan Jemaat Raekore dan didukung oleh Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Nusa Tenggara Timur (BPK NTT), kembali menyelenggarakan Pameran Arsip Mengingat Sabu dengan tema yang lebih spesifik, yakni “Pangan, Bencana, & Resiliensi”. Fransisco Jacob, ketua Komunitas Toetoer menyebutkan bahwa pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh perhatian terhadap kecenderungan pembicaraan mengenai kebudayaan Sabu yang selama ini lebih banyak berfokus pada seni, tarian, tenun, ritual adat, sistem keagamaan, hukum adat, perkawinan, serta nyanyian dan syair. Sementara itu, pengetahuan mengenai pangan dan kebencanaan sebagai bagian dari kebudayaan masih belum banyak mendapatkan perhatian. Padahal, bagi masyarakat Sabu, sistem pangan tidak dapat dipisahkan dari pengalaman panjang beradaptasi dengan lingkungan yang kering dan rentan terhadap bencana. Pengetahuan mengenai penyimpanan pangan, pemanfaatan tanaman lokal, serta pengaturan waktu tanam berdasarkan kondisi musim merupakan bagian dari pengetahuan tradisional yang berkembang melalui pengalaman kolektif masyarakat. Karena itu, pengetahuan mengenai pangan dan kebencanaan tidak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi juga merupakan bagian dari warisan kebudayaan yang penting untuk dipelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam sambutannya, ketua Komunitas Toetoer menjelaskan bahwa Pameran Arsip Mengingat Sabu merupakan bagian dari upaya merawat ingatan kolektif masyarakat di Sabu Raijua. Menurutnya, berbagai sumber sejarah yang tersimpan di luar Sabu menyimpan pengetahuan penting mengenai kehidupan masyarakat pada masa lalu. Namun, pengetahuan tersebut akan kehilangan manfaatnya apabila tidak dapat diakses dan dipelajari oleh masyarakat pada masa kini. Pameran ini karena itu diharapkan menjadi jembatan antara sumber-sumber pengetahuan kebudayaan masa lampau dan masyarakat Sabu Raijua masa kini. Selain menjadi ruang untuk mengenalkan kembali arsip sejarah kepada masyarakat, kegiatan ini juga diarahkan sebagai ruang edukasi publik untuk memperkuat kesadaran mengenai pentingnya pelestarian dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan. Khususnya bagi generasi muda, pameran ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas terhadap sumber-sumber sejarah lokal, sehingga sejarah tidak hanya menjadi sesuatu yang tersimpan dalam buku atau arsip, tetapi dapat kembali menjadi bagian dari kesadaran masyarakat tentang siapa mereka dan bagaimana mereka terbentuk melalui perjalanan sejarah yang panjang.

Kegiatan Pameran Arsip kali berlangsung selama tiga hari, yakni 25–27 Agustus dan bertempat di halaman Gereja GMIT Talitakum Raekore, Desa Raekore, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua. Dari catatan yang ada, lebih dari 150 orang menghadiri kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, antara lain Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, yang diwakili Wakil Bupati dan sejumlah staf, anggota DPRD Sabu Raijua, komunitas dan NGO lokal, pihak gereja, kaum muda, guru dan pelajar, serta masyarakat Sabu Raijua secara luas.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan pameran, Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komunitas Toetoer yang dinilainya konsisten dalam merawat ingatan mengenai masa lalu. Apresiasi dan ungkapan terima kasih juga disampaikan oleh DPRD Sabu Raijua yang diwakili oleh Debora Babo Higa. Menurutnya, kegiatan pameran arsip seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat Sabu guna terus merawat ingatan akan masa lalu.

Pada akhirnya, Mengingat Sabu: Pangan, Bencana, dan Resiliensi tidak hanya berbicara tentang masa lalu. Pameran ini juga mengajak masyarakat melihat kembali pengetahuan yang diwariskan oleh pengalaman generasi terdahulu sebagai sumber pembelajaran untuk menghadapi kehidupan pada masa kini dan masa mendatang.

toetoer 2

 

Alamat : Jalan Murbey, no 10, Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama,

Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, 85226.

Email : toetoer22@gmail.com

Instagram : @toetoer_official